Lomba Cerpen _Tanda Tanya_Haruskah Kamu Pergi, Ratih?
Haruskah Kamu Pergi, Ratih? (by: Khadijah Hanif) “Kamu harusnya bersyukur. Gusti Allah wis maringi rahmat sing akeh.Wis pira cacahe anakmu kabeh? Kenapa tidak seorang pun cucuku yang kau bawa?” Sorot mata tajam ibu menguliti hati Ratih . Hanya air mata yang bisa ia persembahkan buat orang yang paling berjasa dalam hidupnya. Ibu. “ Kowe kudu bisa momong atine wong tuwa . Keriput di wajahnya selalu bertambah tiap kali kamu pulang tanpa suami dan anak-anakmu.” Mbak Yu Ginah ikut-ikutan mengeroyok Ratih tanpa ampun. *** Pernikahan dengan Wisnu memang menjadi dambaan Ratih . Diam-diam dalam tiga tahun setelah Ratih lulus kuliah dan mendapat pekerjaan , ada seseorang yang hinggap di hati nya . Tidak banyak alasan yang dapat Ratih rangkum hingga menjatuhkan pilihan pada lelaki itu . Teman sekantor Ratih di perusahaan properti . Wisnu Prasetya , sosok yang membuat nya kagum. Bukan kar...