Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

BUNGA DI PADANG PASIR

Gambar
KARYA: Muhammadan A.P RENTA KINI USIAMU GENGGAMANMU PADAKU MENAGIH BAKTIKU BERJALAN NAMUN RAGU MERINTIH TAK MENENTU OH IBU.....   MATA MU REDUP SINARNYA TATAPANMU DIRUNDUNG NESTAPA SENYUMANMU SEMBUNYIKAN DUKA AIR MATA MU KATAKAN LUKA OH YANG TERCINTA..... LISANMU LANTUNKAN DZIKIR MESKI AKAL LELAH BERPIKIR NAMUN RENTAMU MENUNTUNKU BERTAKBIR BAHWA WAKTU AKAN BERAKHIR MENINGGALKAN PESAN YANG KAU UKIR BAGIKU KAULAH BUNGA DI PADANG PASIR

Pesan Hati Seorang Sahabat (A Friend Heart Message)

Gambar
Segala yang telah berlalu begitu cepat Tertimbun kekinian Membekaskan lembaran yang bernama masa lalu Sesuatu yang mesti kita sadari Bahwa hidup tidaklah selalu sama Dan selalu takkan pernah sama Karena Sang Maha Penentu selalu menentukan Tiada henti Hanya serpihan-serpihan manfaat Akan senantiasa bisa kita kumpulkan Untuk menjadi hikmah yang mencahayai Ku berkata meski mungkin hanya dalam suara hati Yang tak tertangkap sesiapa jua Tapi biarlah ianya menyuluhku pada keluasan cakrawala Di zaman yang angkuh ini masih ada ilmu Dari berbanjar-banjar besi yang menutupi dirinya Di balik megahnya pencakar langit Di balik pilar-pilar menara jumawa Di balik tiap dinding arsitektur pemicu takabur Siapapun tahu besi-besi itu mengukuhkan kemegahan meski tanpa deklarasi, aklamasi atau proklamasi Tiap detik waktu tanpa harus menampakkan dirinya Dan lihatlah bila besi-besi itu nampak maka keangungan itu sirna... menjadi bagian yang bernama kerusakan. Biarlah kita m...

Rahasia KehendakNYA

Gambar
Khadijah Hanif Di tempatnya yang sunyi seseorang menghadapi tumpukan file yang tak kunjung bertepi silih berganti lembar demi lembar kertas menuntut segenap pikir dan geraknya tiada henti... Biasanya ada iba di luar sana ada hati-hati lembut yang menyapanya tuk bersama menghabiskan waktu hingga penghujung malam menyapa fajar maka segala ingin itu bertemu kehendakNYA yang Agung Namun kemana hati-hati yang ramah itu tiada satu pun senyuman kasih bertanya "apa kiranya yang bisa kami lakukan?" Tiba tiba bimbang menerpa sisa-sisa tenaganya yang mulai lunglai kadang tak tahan tuk bertanya mengapa? Apa kiranya yang mampu menghidupkan lilin harapan yang kini padam tertutup oleh ketakpedulian Dirinya kini bertahan pada keyakinan tiada suatupun punya kekuatan kecuali DIA tiada mampu genggam hati-hati tiap insan kecuali DIA Hatinya bermunajat penuh pengakuan "Robb apa arti diri ini tanpa pertolonganMU, Yang KAU kirimkan lewat mak...

MOHON, JANGAN BIARKAN HARU INI PERGI

Gambar
Karya: Edhi Prabawa Tuhanku, Engkau Mahatahu yang baik bagi hamba-Mu Kenapa dalam pintaku masih mengharapkan kemudahan dan kekayaan Padahal pelajaran dari-Mu lewat pengalaman hidupku mengatakan bahwa dunia penuh perjuangan, sedangkan tubuhku tertakdirkan lemah Kemudahan tak kan pernah datang begitu saja Mestinya aku mohon kekuatan, dalam kelamahanku yang kadang terasa sangat mengungkung Kekuatan hati menerima ikhlas segala takdirmu Menerima ikhlas segala kepedihan dan kekurangan Bahkan, saat hubungan dengan sesama pun jadi terkendala Bahkan…. ibadahku pun jadi terbatas, tidak sesempurna mereka Sungguh, aku ingin seperti mereka, yang tertitah dalam Kitab Suci-Mu Namun Engkau Mahatahu setiap relung hati manusia Harta dan dunia terasa tak berarti di hadapan-Mu Ampunilah segala kebodohanku ini Aku tak pernah malu menangis di hadapan-Mu Justru selalu kutunggu-tunggu Jangan biarkan haru ini pergi, karena itu kiamat bagi hatiku Jangan tinggalkan aku kesepian dari keh...

MODUL SANGGAR SASTRA

Gambar
MODUL SANGGAR   SASTRA Perhatikan contoh berikut! ……………………………        “Aha…aku punya ide!   Daripada di sekolah bete ketemu temen-temen usilku, mending aku pura-pura sakit aja.   Aku bisa minta apapun ke bunda termasuk supaya bunda nggak ngantor.”            Noni anak semata wayang yang manja.   Meski sudah menginjak tujuh belas tahun tidak juga bisa memahami orang lain termasuk bundanya sendiri.   Ulah manjanya sering kali membuat bundanya pusing kepala.         “ Tok…tok…tok………   Noni, buka pintunya sudah bangun belum?! Waktu Sholat Subuhnya sudah mau habis.”   Dari luar pintu kamar terdengar suara bunda agak keras berusaha membangunkan Noni.         Noni yang sedari tadi sudah bangun terus memutar otak untuk sekenarionya hari ini.        ………………… ...