Pesan Hati Seorang Sahabat (A Friend Heart Message)

Segala yang telah berlalu begitu cepat
Tertimbun kekinian
Membekaskan lembaran yang bernama masa lalu
Sesuatu yang mesti kita sadari
Bahwa hidup tidaklah selalu sama
Dan selalu takkan pernah sama
Karena Sang Maha Penentu selalu menentukan
Tiada henti

Hanya serpihan-serpihan manfaat
Akan senantiasa bisa kita kumpulkan
Untuk menjadi hikmah yang mencahayai

Ku berkata meski mungkin hanya dalam suara hati
Yang tak tertangkap sesiapa jua
Tapi biarlah ianya menyuluhku pada keluasan cakrawala
Di zaman yang angkuh ini masih ada ilmu
Dari berbanjar-banjar besi yang menutupi dirinya
Di balik megahnya pencakar langit
Di balik pilar-pilar menara jumawa
Di balik tiap dinding arsitektur pemicu takabur

Siapapun tahu besi-besi itu mengukuhkan kemegahan
meski tanpa deklarasi, aklamasi atau proklamasi
Tiap detik waktu tanpa harus menampakkan dirinya
Dan lihatlah bila besi-besi itu nampak maka keangungan itu sirna...
menjadi bagian yang bernama kerusakan.

Biarlah kita menjadi besi itu
Yang tertutupi dan tak ingin menutupi
Keindahan, kemegahan yang dipancarkan
Mungkin oleh batu pualam
Atau keramik berkilapan
Atau cat-cat dinding penuh warna

Dan lihatlah ketika kefanaan
Menghampiri apa yang bernama kemegahan.....
Maka besi akan tetap yang paling berharga...
dari puing-puing kecantikan yang memudar


Everything has gone so fast
buried under the present
Leave sheet called the past
Something we must realize
That life is not always the same
And always never be the same
Because The Supreme Determinants always determine
relentless

Only fragments of the benefits
We will continue to be collected
To be the wisdom that expose

I said, even if only in the conscience
Which was nevertheless caught by anyone
But let it bright me It was the vastness of the horizon
In an age of arrogance is still there is a science
lines of iron that covered itself
Behind the majestic skyscrapers
Behind the pillars of the pride tower
Behind every wall architecture arrogant trigger

Anyone know the iron-iron splendor confirmed
with out declaration, acclamation or proclamation
Each second of time without having to reveal itself
And see if it irons appear then it was gone ...
become part of a named damage.

Let us be the iron
Covered and do not want to cover
The beauty, the splendor of the emitted
Perhaps by alabaster
Or light ceramic
Or paints a colorful wall

And behold when mortality
Toward what is called the splendor .....
Then the iron will remain the most valuable ...
from the rubble of a faded beauty

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU SOLO V-KUMPULAN KISAH INSPIRATIF NUBAR AREA III

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

MODUL SANGGAR SASTRA