Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Contoh Naskah Berita

Lomba Bahasa Sunda, Memupuk Rasa Cinta pada Budaya Lokal AMANAHNEWS.CO.ID, Salawu-Pesantren Terpadu Nurul Amanah (PTNA), Neglasari Salawu Tasikmalaya mengadakan Lomba Bahasa Sunda pada hari ini Ahad (13/5) pukul 08.00.   Sebagai pesantren modern yang memiliki program unggulan bahasa Arab dan Inggris, PTNA tetap menggalakkan pelestarian bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa.   Dengan alasan itulah lomba bahasa Sunda yang bertajuk Pekan Sunda Lestari ini diadakan. Perlombaan dibuka dan diresmikan oleh pimpinan PTNA, KH. Asep Saripandi, Lc.   Dalam sambutannya, pimpinan pesantren berpesan agar kita semua dapat turut melestarikan budaya dan bahasa Sunda.   Terutama untuk mengembangkan dakwah Islam dengan bahasa Sunda.   Tujuannya,   agar akwah dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan pendekatan budaya. Menurut ketua panitia, Muhammad Ilham, yang juga menjabat sebagai pengurus Majelis Syura Thalabah, terdapat tujuh mata lomba...

Kumpulan Puisi Mayarakat Madani

Rindu Kekasih (by: Khadijah Hanif) Tasikmalaya, 17 Mei 2019 Tertatih mengejar kasih,   terlunta Terjeda jarak, ruang dan   waktu Terkorban demi keridaan Sang Khalik Luka itu kian mendekap erat Berpuncak pada kegaiban dua insan terdekat Membekaskan munajat hanya pada-Nya Ternyata kekasih sejati tak kan berpaling Terjawab duka dengan bahagia Terpanggil menuju sidratul muntaha Tertuntun hijrah pada Almunawarah Saatnya tuntunan kalam dan sabda suci Mengobati rindu membumikan wahyu Pada negeri berdaulat mandiri Di bawah panji-panji Rasulullah Ummat dengan iman terhebat Akhlak mulia penuh martabat Memanggil cinta kian tertambat Akankah sejarah emas tertoreh kembali Di negeri elok, secuil keindahan surga Yang Dia cipta dengan senyuman? Ummat dan bangsa ini dalam kesempurnaan madani Mengobati kerinduan jiwa-jiwa gersang dari siraman iman Di sini, Indonesia akan mengulang kembali Karena di ujung timur ini, perjalanan dakwah ...

KhadijahHanif_CerIns “MAAFKAN KETELANJURKU, SAHABAT!”

“MAAFKAN KETELANJURKU, SAHABAT!” By: Khadijah Hanif “Ummi Zulfan, sekarang giliran iuran Ummi.   Soalnya saya akan bayar Mang Jana awal bulan depan.” Gawai sudah berdenting lagi.   Tagihan pemeliharaan kebun bersama menjadi hal yang sangat mengganggu buat Bu Yuni di saat sulit begini. “Insya Allah, Bu, maaf saya terlambat terus.   Zulfan mau daurah butuh uang satu juta.   Saya nggak tahu mesti dari mana nyari tambahan.   Untuk daurah memang di luar budget   Nizar sudah dua bulan belum bayar uang syahriah di pondoknya.   Belum lagi Tifah belum saya penuhi daftar ulangnya tahun ini.   Mohon pengertian dari Ibu.”   Panjang lebar Bu Yuni menulis balasan pesan pribadi dari Bu Kania. “Ya, sudah saya tunggu sampai Sabtu, ya, Ummi.”   Jawaban pendek itu sedikit membuat lega Bu Yuni.   Artinya, masih ada lima hari ke depan ia bisa berusaha mencari uang tiga ratus ribu dalam waktu dekat ini. Ditatapnya barisan buku bacaan yan...