Contoh Naskah Berita
Lomba Bahasa Sunda, Memupuk Rasa Cinta pada
Budaya Lokal
AMANAHNEWS.CO.ID, Salawu-Pesantren Terpadu Nurul
Amanah (PTNA), Neglasari Salawu Tasikmalaya mengadakan Lomba Bahasa Sunda pada
hari ini Ahad (13/5) pukul 08.00.
Sebagai pesantren modern yang memiliki program unggulan bahasa Arab dan
Inggris, PTNA tetap menggalakkan pelestarian bahasa daerah sebagai salah satu
kekayaan budaya bangsa. Dengan alasan
itulah lomba bahasa Sunda yang bertajuk Pekan Sunda Lestari ini diadakan.
Perlombaan dibuka dan diresmikan oleh pimpinan PTNA,
KH. Asep Saripandi, Lc. Dalam
sambutannya, pimpinan pesantren berpesan agar kita semua dapat turut
melestarikan budaya dan bahasa Sunda.
Terutama untuk mengembangkan dakwah Islam dengan bahasa Sunda. Tujuannya, agar akwah dapat menyentuh seluruh lapisan
masyarakat dengan pendekatan budaya.
Menurut ketua panitia, Muhammad Ilham, yang juga
menjabat sebagai pengurus Majelis Syura Thalabah, terdapat tujuh mata lomba
yang diselenggarakan panitia. Ketujuh
mata lomba itu adalah menulis puisi, menulis carpon, menulis drama, menulis
berita, bercerita, berpidato dan LCC.Semua
perlombaan dilakukan dalam bahasa Sunda.
Bukan hanya hasil karya peserta lomba yang diharuskan berbahasa Sunda,
tetapi juga panitia penyelenggara wajib berbahasa sunda dalam teknik
pelaksanaan lomba.
Selama tiga bulan persiapan lomba panitia berhasil
merekrut lebih dari seratus peserta siswa SD dan SMP se-Kabupaten dan Kota
Tasikmalaya. Perekrutan dilakukan dengan
penyebaran surat dan pamphlet ke seratus SD dan SMP. Upaya lain dilakukan dengan menyebar flyer
melalui whatsapp.
Ada empat belas juri dihadirkan untuk memberi
penilaian. Mereka adalah guru bahasa
Sunda tingkat SMA yang bergabung dalam MGMP bahasa Sunda Kabupaten
Tasikmalaya. Salah satu dari juri
tersebut adalah Sumitra, M.Ag. Sumitra
yang juga merupakan dosen IAIC (Institut Agama Islam Cipasung) adalah pemerhati
bahasa Sunda sekaligus guru profesional mata pelajaran bahasa Sunda di SMPIT
Nurul Amanah. “Saya sangat peduli dengan
pelestarian dan pemakaian bahasa Sunda.
Terus terang, saya prihatin dengan makin ditinggalkannya bahasa dan
budaya Sunda yang sebenarnya memiliki kearifan.
Sebagai wujud rasa syukur terhadap karunia Allah SWT, sudah saatnya kita
melestarikan budaya Sunda. Salah satunya
dengan mengadakan lomba Pekan Sunda
Lestari ini.”
Perlombaan dengan tema “Mengangkat Keluhuran Martabat
Bangsa dari Kearifan Local Budaya Sunda” ini, akan memperebutkan piala Gubernur
Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk sekolah yang menjadi juara umum. Sedangkan piala lainnya berasal dari panitia
perlombaan.
Reported by: Khadijah Hanif
Komentar
Posting Komentar