Senyum Naila-Arrahman
ARRAHMAN–SENYUM NAILA Sekolah Naila mulai lengang. Hanya Naila dan Marta yang masih duduk di depan gerbang sekolah. “Marta, kenapa kamu masih di sini?” tanya Ila. “Aku bingung, Ila. Kalau naik angkutan umum uangku kurang. Kalau mau jalan, rumahku jauh. Pasti aku bakal kecapaian.” “Oh, kenapa kamu nggak bilang dari tadi? Ini aku ada sisa uang jajan. Semoga aja cukup.” Naila memberikan selembar uang lima ribuan pada Marta. “Ini terlalu besar, Ila.” “Nggak apa-apa, pakai aja. Rumah aku deket bisa jalan kaki.” ...