OBROLAN AKHIR ZAMAN

OBROLAN AKHIR ZAMAN
Pagi-pagi sudah ngobrolin tentang kapal selam dengan Dede Muya anak bungsuku. Maklum dia browser youtube akut (Masya Alloh).
De Muya: Mi...Inggris tuh negara paling kuat ya?
Ummi: Iya dulu mah De. Kan dia jagonya imperialis.
DM: Daerah jajahannya banyak ya Mi. Tapi kenapa Indonesia lama dijajahnya sama Belanda?
U: (Aku berpikir sejenak) Sepertinya sih, mereka memang sudah ada kesepakatan. Soalnya nggak mungkin juga semua dijajah satu negara. Yah, mereka bagi-bagi tugas deh!
DM: Inggris tuh negara dengan kepemilikan kapal selam terbanyak lho!
U: Dede tahu dari mana?
DM: Dari berita di Youtube lah. Indonesia urutan kesebelas dengan hanya dua kapal selam (De Muya tertawa kecil)
U: Kenapa ketawa De?
DM: Iya kasihan aja kepulauan sebanyak ini cuma punya kapal selam dua. Malaysia malah nggak punya Mi.
U: Oh...gitu ya? (Aku hanya ter-o-o mendengar pengetahuan De Muya tentang kapal selam, yang entah valid atau tidak. Pasalnya zaman now semua orang bisa publish apapun dengan luas jaringan sejagat). Makanya Dede belajar yang bener biar kita bisa bikin kapal selam sendiri.
DM: Bikin kapal selam tuh mahal Mi. Lagian mereka mah lebih pintar dari kita. Pasti bakal kalah canggih.
U: Jangan salah De, yang merancang kapal selam jadi berbentuk kapsul tuh Pak Habibi. Bukan orang mereka
DM: Ah ma enya.
U: Serius....Kalau dipikir-pikir makin yakin kita ya De, semua atas kuasa dan kehendak Alloh.
DM: Maksudnya?
U: Inggris dengan 2000 kapal selam kalau menyerbu Indonesia habislah kita.
DM: Kalau sekarang yang banyak diserang daerah Arab ya Mi?!
U: Itu karena Arab banyak ladang minyak. Alasannya perebutan energi. Ntar kalau penduduk bumi udah banyak banget. Trus penduduk buminya nggak beriman sama Alloh, makanan Alloh tahan buat mereka. Jadilah perang merebutin makanan. Negara lumbung makanan bakal jadi sasaran.
DM: Termasuk Indonesia dong. Soalnya subur banget. Ditanam apa saja numbuh.
U: Negara yang dilalui garis katulistiwa, termasuk Asia Tenggara, Brazil.
DM: Kalau Israel tuh minumnya dari danau Tiberia doang?
U: Wah nggak tahu tuh coba browsing adakah sumur air di Israel? Kalau nggak ada tentunya mereka menyuling air danau itu. Atau kalau DanauTiberias kering otomatis sumur mereka juga kering.
DM: Dajjal hampir muncul ya Mi?
U: Makanya hafalin 10 ayat Al Kahfi awal-akhir.
DM: Kalau rombongan hijrah bagaimana? Pingin ke Arab aja seperti Habib Rizieq.
U: Tetap aja Dede harus banyak belajar, ngumpulin biaya buat hijrah.
DM: Ah pingin meteor segera jatuh.
U: Lho kok...?
DM: Biar semua teknologi berhenti jadinya negara kuat nggak bisa sembarangan ngejajah, nyerang negara yang lemah. Kan senjata mereka nggak berfungsi lagi.
U: Alloh Maha Tahu yang terbaik, De.....
DM: Kalau Dajjal datang semua bakal kalah Mi?
U: Sepertinya begitu. Soalnya dia bakal memberi apapun asal manusia menyembahnya. Kalau nggak ya, tersiksa sampai mati. Lebih baik sih menghindari Dajjal daripada hilang iman. Atau pada prinsipnya lebih baik hilang nyawa dan hidup menderita daripada hilang Iman meskipun serba senang dan kecukupan.
DM: Iyalah Mi...hilang iman senang sebentar di dunia susah setelah kematian sampai akhirat.
U: Tuh Dede tahu. Makanya jangan browsing yang nggak penting. Mending cari ilmu yang manfaatnya.
DM: Kalau yang tidak terkalahkan tuh apa namanya?
U: Yang mana De? Oh Yakjuj Makjuj kali?! Mereka mah mirip-mirip monster yang menyerang dan merusak apa saja.
DM: Iya katanya nggak mati-mati dari dulu jadi jumlahnya banyak banget.
U: Mereka kalahnya dengan doa Nabi Isa yang minta pertolongan Alloh. Maka Alloh datangkan ulat yang melumat mereka.
DM: Kok bisa kalah sama ulat?
U: Ya bisalah dengan kuasa Alloh. Misalnya masuk hidung, masuh telinga. Trus ulatnya pemakan daging. Hi..... habistuh bau bangkai merata-rata. Alloh kirimkan burung buat buang bangkai mereka ke laut.
Innalillahi ya Rahman, Ya Qodiiir Wal Muqtadir semua peristiwa di ujung akhir zaman ini serba mengerikan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU SOLO V-KUMPULAN KISAH INSPIRATIF NUBAR AREA III

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

MODUL SANGGAR SASTRA