Marahku pada Angkaramu (untuk Bashar Assad)


Pagi ini lelapku terusik
dentuman menggentarkan juga memicu amarah
mengoyak kembali tubuh ummat Muhammad
serpihan puing-puing rumah kaum muslimin
sayatan daging dan bercak darah
deraian air mata luka
sedih, benci, heran, takjub, muak
semua mengaduk-aduk
rasa insaniahku
untuk sebuah negeri
SYAM

Bejuta tanya berteriak
membentur dinding hati
menyusuri lorong nan panjang
dalam otakku
yang tetap akan kuungkap
pada pena yang takkan
kubiarkan kering

Wahai yang menggagahi Syam
Wahai yang memancangkan kesombongan
di bumi para Anbiya
di tanah para waliyullah
di negeri para syuhada
di benteng terakhir imam kaum muslimin
darah siapa yang mengalir pada tubuhmu
namrudkah itu
yang rela membakar negeri demi ambisi
KUASA

Yang membunuh dengan siksa
mencungkil sekian banyak mata
yang dianggap mengganggu
KUASA

Wahai Bashar Assad
lenyapkah kesadaranmu sebagai manusia
sebegitu takutkah hilang kuasa
siapa sesungguhnya di belakangmu?
hingga tak satupun
dari sekian juta rakyatmu
menghabisi petualanganmu?
dengan hanya satu ledakan di dekatmu

Segala langkahku
telah mencukupkan aku
muak pada dunia yang makin
lapuk rapuh sepuh
sesak makin sesak
oleh asap kebrutalan
darimu

Tiap penghujung sujudku
tiap tarikan napas kesadaranku
doa kehancuran untukmu ku kirimkan
ajaib sungguh ajaib
jutaan bahkan milyaran doa dari kami
menguap bersama sengatan terik matahari
yang mengeringkan tiap tetes air

Siapakan engkau
wahai pemerkosa Syam

Letihnya harapanku
kuhaturkan kembali
pada Sang Penentu segalanya
tapi kebencianku pada sifat angkaramu
tak kan pernah padam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU SOLO V-KUMPULAN KISAH INSPIRATIF NUBAR AREA III

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

MODUL SANGGAR SASTRA