Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Dongeng Anak-2 BAKTI ANGGI SI ANGGUR CANTIK

BAKTI ANGGI, SI ANGGUR CANTIK By: Khadijah Hanif Hari ini Ayah Amanda berkeinginan merombak halaman rumah.   Rencananya semua halaman akan diplester dengan semen. Alasannya, pekarangan mereka licin saat hujan. Tidak jarang salah satu diantara keluarga mereka ada saja yang terpeleset karenanya.   Ayah juga bermaksud menyediakan ruang bermain yang bersih dan sehat untuk Cita, adik Manda.   “Mungkin aku harus mengalah,” gumam Amanda. Amanda tetap keberatan dengan rencana ayah, karena di tengah halaman tumbuh Anggi si anggur hijau yang cantik.   Daunnya lebat meskipun sampai saat ini Anggi belum juga menghasilkan buah.   Sore itu sehari sebelum pencabutan semua penghuni pekarangan. “Anggi maafkan aku.   Aku mungkin tidak akan dapat membelamu di depan ayah.” “Manda, aku tahu ayahmu tak menginginkan kehadiranku.   Ayah sering bilang aku tanaman tak berguna.”   Anggi menunduk sedih. “Tidak Anggi, kamu sudah banyak menghiburku.   ...

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

#RabuBedahKarya #DongengBerbagi #AlumniWonderlandCreative KISAH PAK PANDIR  By: Khadijah Hanif Pak Pandir akhirnya harus menghuni penjara Kerajaan Kaliandra.  Semua terjadi karena kepandirannya dalam menjalani hidup. Yuk kita simak, mengapa dia sampai dipenjara dan apa yang dialaminya selama di sana? “Pinjami saya uang barang tiga ribu Tali saja.”  Inilah senjata yang dipakainya demi memenuhi kebutuhan hidupnya.  Tali adalah mata uang Kerajaan Kaliandra yang senilai dengan 200 rupiah mata uang kita.  Jadi semua senilai enam ratus ribu rupiah. Begitu mendapatkan pinjaman ia akan berfoya-foya dan menghabiskan uang dalam waktu beberapa hari saja. “Waduh, uangku tinggal dua tali.  Bagaimana aku mengisi perutku?”  Pak Pandir kebingungan. Pak Pandir mengumpulkan atribut penipuannya.  Kali ini ia berdandan bak saudagar kaya, penjual batu mulia.  Dikumpulkannya batu imitasi berharga tinggi layaknya barang bergengsi. ...

Dongeng ke-4 PERMINTAAN PUTRI NAIRA

#RabuBedahKarya #DongengBerbagi #AlumniWonderlandCreative PERMINTAAN PUTRI NAIRA “Bibi Lumintang, temani aku, ya?   Bibi nggak keberatan, kan?” tanya Putri Naira penuh sopan santun.   Ahad pagi ini Putri Naira ingin berjalan-jalan ke hutan kota. “Tentu tidak Tuan Putri.   Saya justru sangat ingin mendampingi Tuan Putri.”   Pramusiwi kerajaan Kamulan itu bangga dengan ajakan Putri Naira. Siapa yang tidak ingin dekat dengan Putri Naira.   Sosok gadis belia yang anggun dan penuh kelembutan.   Semua penghuni istana terpikat dengan kemuliaan akhlaknya. Mereka bersiap-siap menuju hutan kota.   Lengkap dengan perbekalan dan kuda tunggangan.   Putri Naira menaiki Si Putih.   Bibi Lumintang menaiki Si Hitam. “Bibi Lumintang, kebun buah ini begitu menakjubkan.   Aku heran dengan buah-buahan ajaib ini.” “Iya, Tuan Putri.   Ini ada jeruk, buahnya berbentuk pepaya.”   Bibi Lumintang menumpali. “Aku...

TRAUMA-PARTISIPAN JEJAK PUBLISHER

TRAUMA Oleh: Titin Harti Hastuti Sudah menjadi suratan takdirku menjadi anak perempuan satu-satunya dan sekaligus bungsu.   Kenyataan ini membekaskan kenangan yang penuh suka dan duka buatku.   Kenangan indah karena aku selalu dimanja dan dibela oleh ayah ibuku dihadapan dua kakak lelakiku.   Kenangan pahitnya, karena sikap protektif kedua orang tuaku yang membuatku tidak bebas menghadapi tantangan bahkan cenderung dikekang. Tahun 80-an saat usiaku masuk angka lima, aku sudah mulai bisa merekan kenangan.   Pada usia itu, kejadian-kejadian berkesan masih tersimpan rapi dalam lembar memoriku, hingga sekarang. Suatu pagi di hari Minggu, semua anggota keluarga sibuk dengan acara masing-masing, kecuali aku.   Ayah dan Mas Joko (kakak keduaku) sedang siap-siap berburu.   Sementara ibu dan Mas Bowo (kakak pertamaku) sedang membereskan cucian mingguan kami di toilet. “Ayah, boleh aku ikut berburu?”   Aku memberanikan diri buat minta izin pada aya...