Dongeng Anak-2 BAKTI ANGGI SI ANGGUR CANTIK


BAKTI ANGGI, SI ANGGUR CANTIK
By: Khadijah Hanif

Hari ini Ayah Amanda berkeinginan merombak halaman rumah.  Rencananya semua halaman akan diplester dengan semen. Alasannya, pekarangan mereka licin saat hujan. Tidak jarang salah satu diantara keluarga mereka ada saja yang terpeleset karenanya.  Ayah juga bermaksud menyediakan ruang bermain yang bersih dan sehat untuk Cita, adik Manda.
 “Mungkin aku harus mengalah,” gumam Amanda.
Amanda tetap keberatan dengan rencana ayah, karena di tengah halaman tumbuh Anggi si anggur hijau yang cantik.  Daunnya lebat meskipun sampai saat ini Anggi belum juga menghasilkan buah. 
Sore itu sehari sebelum pencabutan semua penghuni pekarangan.
“Anggi maafkan aku.  Aku mungkin tidak akan dapat membelamu di depan ayah.”
“Manda, aku tahu ayahmu tak menginginkan kehadiranku.  Ayah sering bilang aku tanaman tak berguna.”  Anggi menunduk sedih.
“Tidak Anggi, kamu sudah banyak menghiburku.  Memandangi rimbun daunmu saja aku sudah sangat senang,” hibur Amanda. “Sebenarnya aku ingin mempertahankanmu tapi bagaimana caranya?” lanjut Amanda
“Kamu harus meyakinkan ayahmu bahwa aku juga bisa berbakti pada kalian.”
“Maksudmu?”
Anggi menjelaskan segala kelebihan yang dimilikinya dan Amanda mendengar penuh kesabaran.
“Sebenarnya daunku ini kaya akan vitamin A, B dan C.  Belum lagi karbohidrat, kalsium, lemak juga zat besi.  Kalau nanti aku berbuah, buahku makin kaya vitamin dan  mineral.  Kamu tahu manfaat dari vitamin, mineral, karbohidrat juga lemak yang ada pada tubuhku, Manda?“
“Tentu aku ingat, Anggi.  Ibu guru menjelaskan pagi tadi di kelas.  Karbohidrat itu sumber energi.  Lemak sebagai cadangan energi.  Vitamin untuk kesehatan, protein untuk pertumbuhan dan mineral untuk kelancaran proses dalam tubuh.  Setiap jenis mineral memiliki fungsi yang berbeda.  Misalnya besi untuk pembentukkan sel darah. Kalsium untuk mempermudah proses pembekuan darah.”
“Buahku kaya akan antioksidan yang dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya seperti kanker yang mengerikan itu. Aku bisa mencegah penyakit jantung, anemia dan gagal ginjal.  Lebih dari itu aku juga memiliki zat untuk kesehatan kulit.  Apa kau tak ingin membelaku, Manda?”  Anggi menatap Manda memelas. “Kamu tahu nggak? Sebenarnya aku bisa juga dibikin sayur.”
“Benarkah?  Bunda belum pernah membuatnya.”
“Coba kau tanya pada Sese, Sereh yang mengelilingi pekarangan ini.”
Sese ikut asik dengan perbincangan mereka.
“Betul, Manda.  Parutan kelapa, sedikit cabai,  juga petai cina kamu campur sedikit dengan batangku.  Balut dengan daun anggur muda lalu kukus.  Hmmm, akan menjadi santapan lezat bergizi buat keluarga kamu.  Apalagi kalau ditambah potongan ikan atau teri.”
“Wah, ide yang bagus.  Aku akan bilang sama bunda, biar pekarangan kita tidak jadi disemen.  Dan kalian tetap menjadi kawan-kawanku.”
Perbincangan panjang mereka tiba-tiba terhenti oleh tangisan Cita adik Manda.
“Kakak, aku sakit gigi.  Lihat gusiku berdarah.”  Cita memegangi gusinya yang bengkak.
“Bagaimana ini Anggi, dapatkah kamu mengobati sakit gigi Cita?” tanya Amanda
“Insyaallah, aku bisa!”  jawab Anggi riang.
“Bagaimana caranya?” Cita bertanya setengah menangis
“Ambillah lima hingga delapan lembar daunku yang segar!  Jangan lupa kalian cuci!  Setelah itu rebus dengan empat gelas air, sisakan segelas untuk kau minum hangat-hangat, Cita!”
“Oh, begitu?  Izinkan aku memetik daunmu, Anggi!” ujar Amanda
“Dengan senang hati.  Aku diciptakan Allah memang untuk membawa manfaat buat kalian.”
Setelah meminum rebusan daun anggur itu, gusi Cita tidak bengkak lagi.  Nampaknya keluarga mereka jadi makin sayang sama Anggi.
Sehari, dua hari hingga hari ketiga setelah ayah berniat menyemen pekarangan, tanda-tanda penggusuran belum tampak.  Penghuni pekarangan berdoa penuh harap sekiranya ayah mengurungkan niatnya.
“Manda, ternyata anggur yang kau tanam itu banyak manfaatnya juga, ya?  Kalau saja dia berbuah, ayah tidak akan mencabutnya,” kata ayah masih dengan nada meminta persetujuan Amanda.
“Ayah, beri kesempatan Amanda satu minggu ini untuk mencari cara supaya Anggi bisa berbuah.  Bagaimana, Ayah setuju?”
“Baiklah.  Kalau kamu berhasil, Ayah akan cari cara lain memperbaiki pekarangan kita supaya tidak licin saat hujan.”  Harapan yang ayah berikan membuat Manda tersenyum riang.
Saat itu juga Manda menemui teman-temannya, para penghuni pekarangan.
“Anggi, ayah akan tetap mencabutmu kalau kamu tidak juga berbuah.  Apa yang harus kulakukan?  Aku tak ingin kehilangan kamu,”  ucap Manda sedih
“Kamu bisa memindahkan aku ke dalam pot, Manda.  Juga teman-teman teman yang lain,  Sese si sereh dan Cubi si cabai.”
“Tapi aku takut kalian nggak sebahagia di pekarangan ini.  Ruang kalian akan sempit dan kalian tidak leluasa mendapat makan kalau harus berada dalam pot.”
“Ada cara lain, Manda.  Potonglah semua daunku.  Nenek moyangku berasal dari negeri empat musim.  Aku biasa berbuah setelah musim gugur.  Dengan memangkas semua daunku,  aku akan bertunas lagi.  Insyaallah, sambil membawa buah buat keluarga kalian.”
“Mudah sekali, Anggi?  Ada syarat yang lain?”
“Kamu juga harus banyak memberiku pupuk pospor dan kalium.  Supaya mudah kamu dapat membeli NPK di toko pertanian.  Satu lagi tinggikan gundukan tanah di bawahku supaya keadaan tanahnya agak kering.  Aku tidak suka di tanah basah.  Aku suka lempung berpasir.
“Wah, aku akan melakukan semua demi kalian, Teman-teman! Tapi kamu akan kehilangan kecantikanmu, Anggi.” 
“Tidak mengapa.  Ini semua akan menjadi baktiku buat kalian.”  Anggi berucap dengan mantap tanpa keraguan.
Manda melakukan semua saran Anggi. Seminggu kemudian Anggi mulai bertunas setelah pemangkasan daunnya.  Semua menanti dengan harap-harap cemas.  Ayah Manda turut menunggu perkembangan Anggi.
Dua minggu berlalu, Anggi berbunga.  Semua tertawa riang.  Namun kecemasan masih menyelimuti semua penghuni pekarangan, juga Amanda.  Sampai bunga-bunga itu menggugurkan kelopaknya dan berganti dengan butir-butiran bakal buah anggur.
Keceriaan mewarnai persahabatan mereka, karena ayah membatalkan rencananya.  Ayah memilih menanami pekarangan dengan rumput hias.  Suasana persahabatan mereka makin berseri-seri.

Fakta Unik Tanaman Anggur Hijau:
1.      Anggur merupakan tanaman perdu, berbuah.  Termasuk dalam keluarga Vitaceae dan anggur hijau tergolong spesies Vitis vinifera.
2.      Buahnya biasa digunakan untuk membuat jus anggurjelly minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung.  Sedangkan daun, akar, dan batangnya dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan herbal.
3.      Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya.  Aktivitas ini juga terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
4.      Kandungan gizi lainnya adalah karbohidrat, gula, lemak, protein, setidaknya mengandung sembilan vitamin dan delapan mineral.

Sumber:
3.      Widyaningrum, Herlina.  2011. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Yokyakarta: Media Pressindo.

Tentang Penulis:
Khadijah Hanif, salah satu anggota Badan Pengelola Pesantren Terpadu Nurul Amanah Tasikmalaya, anggota pengurus Yayasan Aminul Ummah Garut dan sedang merintis pesantren di Temanggung Jawa Tengah.  Pengajar Fisika di SMAIT Nurul Amanah ini bergabung dengan komunitas penulis antara lain Wonderland Creative, FLP-Garut,  Jejak Publiser, dan Dandelion Authors.  Ibu tiga anak ini juga aktif  mengelola blog dengan tajuk TITINHASTUTI’S BLOG.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU SOLO V-KUMPULAN KISAH INSPIRATIF NUBAR AREA III

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

MODUL SANGGAR SASTRA