Kisah dalam Memoar 1: SURAT CINTA BUAT AYAH
SURAT
CINTA BUAT AYAH
(Sebuah
tali kasih yang tak pernah retas)
Khadijah
Hanif 313
Kenangan
penuh cinta bersama Ayah
Ayah, biarlah tulisan ini
selalu menjadi penyambung kasih yang tak bisa teretas oleh siapapun
Biarlah semangatmu selalu
hidup dalam diriku tuk mengikuti jejak langkahmu
Seorang pembelajar sejati,
seorang penyabar tanpa tepi dalam membersarkan buah hati menjadi manusia
sejati.
Seorang pencari ilah tiada
henti meski ihsan hadir di fase-fase akhir menjelang perjumpaanmu dengan Rabb
yang Maha Kasih.
Izinkan aku meluahkan
segala rasa rindu dalam kisah yang aku hayati dalam ingatan dan pandanganku
dengan rasa hatiku.
PUZZLE ITU TERSUSUN DARI BONGKAH MASA LALU
0. Prolog-Izinkan Aku
1. Kelahiranku
2. Ingatan Pertamaku
3. Kisah-Kisah Ayah 1 (Perginya Buah Hati )
4. Kisah-Kisah Ayah 2 (Kelinci Alam Bunian)
5. Kisah Ayah 3 (Sahabat Yang Aneh)
6. Kisah Ayah 4 (Masa SMA)
7. Kisah Ayah 5 (Harimau Desa)
8. Kisah Ayah 6 (Ilmu Melipat Bumi)
9. Kisah Ayah 7 (Kerennya Mahasiswa UGM)
10. Kisah Ayah 8 (Pernikahan Syahdu)
11. Kisah Ayah 9 (Mambak)
12. Kisah Ayah 10 (Menghilang)
13. Ku Ingin Berburu
14. Perjalanan Sekolahku
15. Besarnya Ujian Itu
16. Mereka yang Menggangguku
17. Bahagianya Mendampingimu
18. Tetes Keringat yang Berkah
19. Sang Pembelajar
20. Beratnya Perpisahan
21. Perjalanan Spiritual
22. Maafkan Aku
23. Wakaf
24. Saat-Saat Terakhir
25. Janjiku
0. Prolog-Izinkan Aku
Ayah, semoga di sisiNya, Engkau selalu dalam ketenangan dan kebahagiaan. Pusaramu, yang selalu aku rindu mengunjungimu telah menyimpan segala kisah yang menjadi suratanNya. Tuhan yang Maha Mengetahui dengan sempurna.
Sebelum aku bertutur dengan cinta dan kerinduan, izinkan aku kirim doa tulus ini, Allohumaghfirhu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Kiranya tulisanku ini mendatangkan ridho Allah SWT dan juga keridhoanmu.
Kalaulah ini merisaukan Ayah di alam sana. Biar aku hentikan sebelum aku terus membariskan huruf-huruf ini. Sungguh tiada maksud apapun, aku hanya ingin menggoreskan kenangan bersamamu agar engkau terkenang abadi. Agar teladan yang kau berikan dapat kami ikuti. Maka hanya pada Allah aku, anakmu ini memohon bimbingan dan petunjuk.
Ayah, atas nama cinta, segala langkah dan napas ayah adalah inspirasi buatku. Aku anakmu, akan mengubur dalam dan mengangkat tinggi semua jejak langkah hidupmu. Hingga semua indah untuk dikenang dan terang benderang untuk dijadikan teladan langkah kami. Anak, cucu, murid dan siapa saja yang membaca memoar kita ini.
1. Kelahiranku
Ayah, doa terindah untukmu dalam Fatihah yang aku hadiahkan untukmu.
Memoar ini aku awali dengan kesyukuran nikmat hidupku di dunia ini. Meskipun aku belum mengingati apapun, Tapi aku yakin dengan sepenuhnya, perjanjian di alam ruh pernah kita ucapkan pada Rabb kita, bahwa kita akan selalu mempertuhankan Dia. Maka izinkan aku berterimakasih pada Ayah, bahwa aku tertiup pada zuriat yang Ayah titipkan pada rahim ibu. Aku sangat berhutang budi pada pertemuan itu.
Betapa tidak, tak bisa kubayangkan bila aku tertiup pada zuriat mereka yang tidak mengenal Allah pada rahim seseorang yang tidak beriman, maka aku akan lebih sulit menemui Rabbku dalam iman, Islam dan ihsan. Terimakasih untuk
2. Ingatan Pertamaku
3. Kisah-Kisah Ayah 1 (Perginya Buah Hati )
4. Kisah-Kisah Ayah 2 (Kelinci Alam Bunian)
5. Kisah Ayah 3 (Sahabat Yang Aneh)
6. Kisah Ayah 4 (Masa SMA)
7. Kisah Ayah 5 (Harimau Desa)
8. Kisah Ayah 6 (Ilmu Melipat Bumi)
9. Kisah Ayah 7 (Kerennya Mahasiswa UGM)
10. Kisah Ayah 8 (Pernikahan Syahdu)
11. Kisah Ayah 9 (Mambak)
12. Kisah Ayah 10 (Menghilang)
13. Ku Ingin Berburu
14. Perjalanan Sekolahku
15. Besarnya Ujian Itu
16. Mereka yang Menggangguku
17. Bahagianya Mendampingimu
18. Tetes Keringat yang Berkah
19. Sang Pembelajar
20. Beratnya Perpisahan
21. Perjalanan Spiritual
22. Maafkan Aku
23. Wakaf
24. Saat-Saat Terakhir
25. Janjiku
Komentar
Posting Komentar