Cerpen-Cahaya Untuk Bunda-Nabila Aulia Putri


CAHAYA UNTUK BUNDA
By: Nabila AuliaPutri
Edited by: Khadijah Hanif

“Ah……menyebalkan!”  Amanda menghela napas panjang dan membantingkan punggungnya ke atas sringbed.  Ruangan yang cukup luas itu terasa sempit.  Sesempit hatinya yang gulana.
Amanda terpaksa pindah sekolah, karena mengikuti tugas dinas ayahnya.  Seorang ASN memang kadang harus siap mengabdi untuk bangsa dan negara.  Termasuk dr. Usman yang kini harus bertugas di sebuah kecamatan di Sukabumi.
“Assalamu’alaikum, Manda!”  Bunda memasuki kamar Manda dengan hati-hati.  Ia tahu Manda sedang dalam masalah.  Tidak biasanya Manda langsung memasuki kamar, Sepulang sekolah ia akan menyerbu masakan bunda.
Manda tidak menjawab, ia pura-pura tidur.
“Bunda tahu kamu pura-pura tidur.  Coba ceritakan apa yang terjadi.  Bunda akan selalu hadir buat Manda.”  Bunda mengusap kepala Manda yang masih berbalut jilbab putih, seragam sekolah Manda.
Perlahan Manda membuka mata. “Bunda, kenapa Manda dipindahkan ke sekolah Islam?  Mereka pada baik, tapi Manda malu.”
“Apa yang membuat kamu malu, Manda?”  desak Bunda ingin melepaskan semua beban di benak putri semata wayangnya.
***
Jam terakhir hari ini, pelajaran agama.  Gurunya masih muda,, Bun.  Baru lulus tahun ini.  Namanya Ustaz Fauzan.  Penjelasannya tentang agama sangat menyenangkan.  Kedalaman ilmu agamanya juga bikin kita kagum.  Beliau hafal ayat, makna bahkan letak-letaknya.  Kami juga diperlihatkan channel youtubenya yang berisi taushiah.  Kerennya lagi ceramahnya tuh nggak monoton, banyak diselipkan video yang relefan dengan penjelasannya.  Pokoknya kami terpesona dengan cara beliau mengajar.
Tiba-tiba….
“Sekarang, Bapak ingin mengecek bacaan Alquran kalian masing-masing.”
Manda kaget.  Di sekolah Manda yang dulu tidak pernah ada perintah guru membaca Alquran dan didengar semua siswa. 
“Coba Arif, buka Alquran Surat Albaqarah ayat tigapuluh dan tiga puluh satu.”  Ustaz Fauzan menunjuk Arif untuk membaca.  Bacaan Arif mendapat pujian dari Pak Fauzan.  Panjang pendeknya, makhraj huruf dan tajwidnya sesuai.
Aku terus berdoa semoga aku nggak dapat giliran ngebaca.  Aku mulai gelisah.  Sepuluh menit lagi pelajaran akan usai.
“Sekarang giliran Amanada, lanjutkan bacaan dari Arif.  Dua ayat berikutnya.”
Keringatku mulai bercucuran, aku tahu muka dan telingaku memerah.  Aku baca sebisanya.  Suara gaduh di belakang sampai ada juga yang menertawakanaku.
Pak Fauzan dengan sabar membetulkan bacaanku setiap aku salah mengucapkan huruf.  Juga saat panjang pendek bacaan tidak sesuai dengan tajwidnya.
“Bapak ingatkan pada kalian, ya.  Kalain masih ingat dua tahun yang lalu.  Ketika kalian masuk di sekolah ini, apakah bacaan kalian sebaik Amanda?”
“Kami banyak yang belum bisa membaca Alquran, Pak!”  ujar Dandi, ketua kelas kami.
“Nah, Amanda pun demikian.  Saat ini bisa jadi bacaan Amanda lebih baik daripada bacaan beberapa orang dari kalian saat baru memasuki sekolah ini.  Ingat menertawakan kesalahan dan kekurangan orang lain bukanlah bagian dari syukur nikmat.  Bahkan bisa bernilai kesombongan di sisi Allah SWT.”
Nasihat Pak Fauzan menghentikan ledekan mereka tapi tetap menyisakan kepedihan dalam hati Manda.
***
“Oh, jadi itu alasan kamu ngambek siang ini?  Bukan karena nggak ingin kelihatan kelemahan kamu di depan ustadz yang kamu kagumi?”  Pertanyaan Bunda sungguh di luar dugaan Amanda.  Seakan bunda tahu perasaan Amanda. 
“Maksud Bunda, Manda naksir sama Pak Fauzan? Ih…terlalu tua buat Manda, Bun!  Bunda ini, Manda lagi esel malah digodain.”  Manda berusaha mengelak.  Padahal Manda membenarkan tebakan Bunda.  Usia Manda dan Ustaz Fauzan hanya terpaut lima tahun. “Belum terlampau tua Manda, perbedaan usia yang ideal,” ucap batin Manda.
Bunda berusaha menenangkan hati Manda.  Dibujuknya buah hatinya itu untuk melupakan segala kekurangan.  Bahkan bunda berjanji akan memberikan solusi terbaik buat kegalauan Manda.  Buat Bunda, yang penting Manda mau makan siang dan melupakan masalahnya.
“Kamu makan dulu, Manda.  Jangan sampai penyakit lambung kamu kambuh.  Bunda sudah siapkan makanan kesukaan kamu, Ayam bumbu kare.”
“Wah, itu makanan kesukaan Manda,, Bun.  Tapi Manda mau salat Asar dulu.  Kata Ustadz Fauzan, amal yang paling Alloh sukai itu salat awal waktu. Assholatu ‘ala waktiha itu artinya harus on time bukan in time.”  Manda mengulangi penjelasan Ustaz Fauzan.
Melihat perubahan Manda dalam waktu sepekan ini membuat Bunda makinyakin Manda terinspirasi dengan ustaz muda itu.  Bunda juga ikut penasaran ingin tahu siapa Ustaz Fauzan yang katanya ustaz youtuber itu.
***
Pagi-pagi waktu di layar gawai menunjukkan  pukul 07.00.  Semua sudah keluar rumah menuju aktifitasnya masingmasing, kecuali Bunda Liana. 
Bunda memilih tidak berkarir di luar rumah tapi lebih senang mengatur perdagangan sistem online.  Bahkan kepiawaian dalam mengelola medsos membuatnya hanya semacam broker yang hanya transfer dan menerima uang.  Yang sibuk orang lain, memproduksi dan mengantar barang.  Sementara bunda hanya mengiklankan dan mencari pelanggan.  Dunia modern yang bagi sebagian orang membingungkan.
“Aku jadi penasaran dengan figur Ustaz Fauzan yang banyak mengubah sikap Manda. Coba aku browsing channel youtubenya,” gumam Bunda Liana.
Dari sekian banyak nama ustaz yang digoogling, ada satu yang menduduki posisi teratas.  Jumlah viewersnya mendekati duaratus ribu dan suscribernya lebih dari seratus ribu. Ustaz Fauzan Izatul Islam
“Hmmm, ustaz kreatif yang potensial akan menjadi dai kondang,” batin Bunda.
Pertama kali membuka video ceramah agama menjadi ha lasing buat Bunda Liana.  Selama ini ia lebih senang mencari informasi tentang manajemen perdagangan on line.  Hiburan drama Korea, Film Hollywood atau Bollywood.  Tidak heran kalau penampilannya sampai saat ini belum bisa menutup aurat dengan baik.
Tatap mata Bunda Liana tertuju pada video berjudul Islam dan Peradaban.  Ada sebentuk wajah yang mengingatkannya pada musisi Inggris, Saif Adam.  Perbedaannya, Ustaz Fauzan tampak lebih smart dengan serban hijau yang melilit di atas kepalanya.  Salah satu musisi yang banyak menulis lagu-lagu mainstream tapi sudah berhijrah pada lagu religi.
Saat video itu diklik, tampilannya langsung menarik perhatian.  Ilustrasi perkembangan peradaban manusia, mulai dari Mesopotamia, Mesir Kuno, Yunani, Romawi dan peninggalan kekhalifahan Islam.  Bunda Liana memerhatikan video berdurasi tujuh menit itu dengan seksama.  Sesekali tayangan ilustrasi, sesekali wajah Ustaz Fauzan menyampaikan penjelasannya.
***
“Sepanjang sejarah, kualitas terbaik peradaban manusia dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat adalah komunitas negeri Madinah.  Di sanalah gambaran peradaban yang dilandasi iman dan takwa dalam bimbingan wahyu Allah SWT terbentuk.
Fitrah manusia diciptakan Allah, suka dengan pembangunan dan kemajuan.  Fitrah inilah yang mendorong manusia untuk selalu melakukan pembangunan dan kemajuan, seterusnya melahirkan tamadun (peradaban).  Hasilnya  lahirlah peradaban-peradaban di dunia sepanjang sejarah manusia, seperti peradaban Romawi, Yunani, Persia, Eropa dan lain-lain.  Tanda-tanda peninggalan itu sebagian masih dapat kita lihat dan menjadi obyrk kajian
Islam adalah agama yang diridhoi di sisi  Allah, maka Islam sangat bersesuaian dengan fitrah murni manusia.  Syariat Islam  bukan saja mendorong manusia untuk membangun dan membina peradaban bahkan memberikan arah peradaban pada realitas beribadah pada Alloh SWT.
Peradaban biasanya dikaitkan dengan pembangunan dan kemajuan lahiriah yang bersifat materi, seperti hasil teknologi canggih, infrastruktur yang megah dan mewah dan sebagainya.  Islam memiliki sudut pandang yang berbeda tentang peradaban.  Islam memadukan kemajuan dari aspek rohaniah, akliah dan juga lahiriah.  Bahkan peradaban ruhaniah adalah asset yang paling penting.  Jadi sasaran utama pembangunan adalah manusianya sebagai pelaku kemajuan yang mestinya paling diutamakan, bukan materi hasil pembangunan itu sendiri yang jadi tujuan.
Allah SWT berfirman dalam Alqur’an Surat Attin ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
(Sesungguhnya kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk/ kejadian)
Adalah sebuah kesalahpahaman bila kemajuan dititikberatkan pada kemegahan dan keluasan wilayah kekuasaan, meskipun islam pernah menguasai tiga perempat dunia di bawah Sayyidina Ummar bin Khatthab.  Peradaban Islam juga bukan terletak pada kemegahan bangunan maupun infrastruktur yang indah tinggi dan unik, walaupun Islam pernah memiliki bangunan ajaib yang sampai sekarang masih bisa kita lihat jejaknya. Bahkan penerima wahyu untuk membuat bahtera terbesar dan paling ajaib adalah Nabi Nuh.
Peradaban Islam juga bukan terletak pada ilmu-ilmu yang luas, walaupun Islam pernah melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar dari berbagai bidang keilmuan.  Ada ahli matematika yang bernama Al Khowajizmi,  Ahli kedokteran, Ibnu Shina, ahli Fisika penemu system robotic, Al Jazari. Kita juga memiliki ahli kimi yang menemukan zat pelarut emas, Al Jabir Ibnu Hayyan.
Peradaban Islam bukan terletak pada kekuatan perekonomian, meskipun Islam pernah memiliki perbendaharaan kekuatan ekonomi.  Sebagaimana dicontohkan Nabi Yusuf yang menguasai perekonomian Mesir bahkan menyelamatkan Kerajaan dari bencana kekeringan.
Hakikat keagungan peradaban Islam adalah ketika manusia kembali pada tujuan penciptaannya.  Yaitu bila manusia benar-benar menjalankan peranannya sebagai hamba Alloh dan wakil Tuhan (khalifah) dalam mengelola bumi ini.  Manusia memiliki rasa cinta pada Allah SWT sebagai dorongan kuat untuk beribadah padaNya, melakukan amal ibadah sekaligus bekerja dan membangun.  Pembangunan yang dilakukan pula menjadi wujud ibadah kepadaNya.
Alloh berfirman bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling mulia akhlaqnya. QS Al Hujurat:13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya kami  ciptakan,  kalian dari (jenis) laki-laki dan perempuan kami jadikan kalian bersukusuku dan berbangsabangsa,, agar kalian saling mengenal Puncak keagungan peradaban Islam ialah zaman Rasulullah SAW, sehingga mendapat pujian dari Alloh SWT.  Sebagaimana dalam QS ali Imran ayat 110.  Ketika itu kualitas ruhani manusia mencapai prestasi yang paling tinggi

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Saat itu Rasulullah adalah pemimpin yang adil, bahkan memiliki kualitas uswatun hasanah bukan hanya pada zamannya tapi juga sepanjang zaman.  Orang kayanya menjadi penjadi penopang bagi si miskin dengan sifat syukur dan pemurahnya. Rakyat jelata pun ridho dan ikhlas dengan kedudukannya.  Mereka menjadi penagih rahmat Alloh dalam doa yang selalu mereka panjatkan.  Maka lahirlah negeri yang aman, makmur dan mendapat keampunan Alloh SWT
QS Saba’ ayat 15: Baldatun Thoyibatun wa robbun ghofur
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Inilah peradaban yang dibangun di atas petunjuk Alqur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.   Peradaban ini lahir atas dasar cinta pada Alloh dan hari akhir lebih dari cinta pada dunia dan seisinya.  Peradaban yang melahirkan kasih sayang pada sesame manusia.  Peradaban yang lahir karena ibadah yang benar pada Allah SWT.
Kemajuan yang dicontohkan Rasulullah ini, kemajuan yang seimbang antara lahir dan batin, maka perlu diawali dengan pendidikan.  Pendidikan yang mampu mendidik jiwa, akal dan ruh manusia, juga membina kekuatan lahiriah manusia sebagai pelaku pembangunan sebagai insane yang utuh.  Barulah keselamatan dunia dan akhirat akan terwujud.”
Bunda terpukau dengan cara dakwah Ustaz Fauzan.  Sangat mengesankan.  Di bagian akhir video Ustadz Fauzan menutup dengan doa muhasabah yang menyentuh.
“Ya Rabb, Terimakasih untuk semua peradaban yang Kau izinkan kami turut merajutnya.  Terimakasih untuk kemajuan teknologi yang dengan itu semua Kau mudahkan kehidupan kami.  Kami mohon ampunan bila semua nikmat itu membuat kami lalai dan jauh dariMu.  Padahal semua yang Kau sediakan di alam ini adalah panggilan untuk kami mendekatkan diri padaMu.  Ya Rahman, dengan segala kenikmatan dan kemudahan ini, izinkan kami membesarkan asmaMu, memperkenalkanMu dan agamaMu untuk sebanyak mungkin manusia, atas dasar kasih sayang dan cinta padaMu dan pada sesama manusia." 
***
"Aku harus menemui Ustaz Fauzan.  Ada yang harus aku sampaikan." 
Bunda Liana berganti pakaian.  Atasan putih ketat, celana pensil merah dan selendang merah untuk menutupi rambutnya. Pakaian yang dirasa cukup sopan untuk menemui Ustaz Fauzan. Wajahnya dipoles make up cukup tebal.  Berdandan seperti ini biasa dilakukannya sehingga tak banyak memakan waktu.  
Selesai berdandan, Bunda Liana menuju garasi mengeluarkan Mobil Garin (Garuda Indonesia), mobil kebanggaan buatan anak negeri.
Sementara itu, Manda sedang berada di lapangan basket sekolahnya.
"Itu sepertinya mobil Bunda kamu, Manda," cetus Denadia, sahabat akrab Manda.
"Betul, Dena.  Ada apa, ya, Bunda ke sekolah?" Manda keheranan.  Ada kekhawatiran bundanya tidak memakai pakaian tertutup.  Sementara poster di depan sekolah terpampang jelas 'Anda Memasuki Kawasan Berhijab'.
Akan tetapi apa mau dikata, bunda sudah keluar dari mobil sebelum Manda mengingatkan bunda untuk memakai pakaian syar'i.  Sontak saja ratusan pasang mata tertuju pada penampilan bunda.  Perasaan malu kembali menyelimuti Manda.  Ada keinginan untuk mencegah, bahkan marah.  Ingatan Manda pada nasihat Ustaz Fauzan di channelnya kembali terngiang.
"Kita wajib menghormati orang tua kita.  Siapapun mereka.  Meskipun mereka pendosa bahkan kafir sekalipun, haram untuk berucap sepenggal kata 'ah'.  Kita harus menolak ajakannya dalam bermaksiat pada Allah SWT tapi bukan dengan cara yang buruk.   Penghormatan kita itu yang akan membuka pintu hidayah sehingga mereka bisa lebih baik."
"Bunda, tunggu!" panggil Manda sambil berlari."Bunda mau ketemu siapa?"
"Ustaz Fauzan, Manda.  Barusan bunda membuka channel beliau, ada yang ingin Bunda sampaikan."
Subhanallah, gawat. Jangan-jangan Bunda terpesona dengan Ustaz Fauzan dan akan  mengungkapkan hal-hal yang berlebihan.  
"Bunda, Manda temenin Bunda, ya!"   Manda menyembunyikan rasa malu dan kesalnya.  Dia pikir tidak ada gunanya mencegah bunda.  Toh, selama ini dia yang harus selalu engalah.  Percuma juga menentang bunda. "Tunggu sebentar, Manda pamit dulu sama Bu Okti, guru olar raga Manda."  Manda berlari ke lapangan basket kemudian kembali lagi mendampingi bundanya.
Dalam perjalanan menuju kantor, mereka berpapasan dengan sosok berserban hijau.
"Assalamu'alaikum, ini Ustaz Fauzan Izatul Islam yang di youtube itu?"  Mata bunda terbelalak mengamati sosok Ustaz Fauzan dari atas ke bawah. "Luar biasa, anda mirip sekali dengan Saif Adam, Ustaz.  Saya pernah melihat langsung konsernya di Singapura.  Kembar!  Tapi anda lebih smart dengan jubah dan serban ini."
Ustaz Fauzan sampai salah tingkah mendengar pujian Bunda Liana. "Ibu, saya hanya seorang yang berusaha memberi sedikit kontribusi dalam dakwah.  Nggak sehebat Saif Adam yang sudah mendunia."
Bunda Liana terus saja mengungkap kekagumannya.  Bahkan dia menawarkan Manda untuk menjadi transleter dalam bahasa Inggris dan Jepang."Ustaz, dakwah anda akan makin mendunia kalau dubbing bahasa Inggris dan Jepang bisa dilakukan.  Sejak kecil saya mengursuskan Manda untuk mendalami dua bahasa itu.  Kalian bisa saling berkolaborasi."
"Bunda, Manda malu.  Jangan berlebihan memuji Manda di depan Ustaz Fauzan."  Manda tersipu pipinya merona. 
Di luar dugaan Manda, bunda juga menawarkan les privat setiap Sabtu Ahad.  Saking semangatnya bunda menawarkan imbalan yang cukup tinggi.
"Ibu, ada yang mau belajar Islam pun saya sudah sangat bersyukur.  Insya Allah saya akan datang dengan atau tanpa imbalan sekalipun."
Berulang kali Bunda Liana engucap terimakasih atas kesediaan Ustaz Fauzan.
***
Sesosok wanita paruh baya, memakai setelan gamis syar'i, paduan warna buru dongker dan biru muda.  Gurat kecantikannya masih tampak jelas.  Ternyata sosok itu Bunda Liana.  Dia sedang menyaksikan ceramah dari layar televisi.  Sepasang ustaz dan ustazah sedang memberikan ceramah kreatif dan banyak diminati pemirsa televisi.  Setiap tampilan keduanya, selalu saja rating televisi melambung.
Sesekali Bunda Liana membuka gawainya.  Ada satu channel yang selalu membuat perhatiannya berpaling. Amanda Fauzan Channel yang meraih lebih sepuluh juta subscriber.  Pemirsanya tersebar di lebih dari sepuluh negara.  Senyum Bunda Liana  mengembang, binar-binar cahaya terpancar di wajahnya yang tak lagi muda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU SOLO V-KUMPULAN KISAH INSPIRATIF NUBAR AREA III

Dongeng Anak Ke-3 KISAH PAK PANDIR

MODUL SANGGAR SASTRA